6 Penyebab Kecelakaan Sepeda yang Paling Sering Terjadi

Sejumlah lembaga survey di beberapa Negara, sebut saja ROSPA (The Royal Society for the Prevention of Accidents) di Inggris, mencatat angka kecelakaan sepeda yang cukup mencengangkan. Pada 2016 lalu sebanyak 18.477 orang menjadi korban kecelakaan bersepeda di Inggris, dan  3.499 di antaranya meninggal dunia, lalu apa penyebab kecelakaan sepeda?

Sementara itu angka kecelakaan bersepeda di Kota Boston, AS, berkisar 1.813 kejadian selama kurun waktu 2009 hingga 2012. Angka tersebut cukup tinggi untuk Negara-negara dengan infrastruktur bersepeda yang lumayan. Lalu, sebenarnya apa penyebab kecelakaan sepeda paling banyak sehingga korbannya bisa sebanyak ini?

1. Perilaku Agresif

Perilaku agresif seringkali terjadi karena terburu-buru, mengejar waktu agar segera sampai lokasi yang dituju. Bersepeda secara terburu-buru atau dengan ambisi mengejar sesuatu biasanya malah membuat tegang. Dan ketegangan berakibat pada pergerakan pesepeda yang kaku dan kadang berlebihan. Kalau saja ini perlombaan, risikonya tidak akan seberbahaya itu karena tidak ada kendaraan bermotor lain kecuali official. Sayangnya bukan, jalan raya dihuni berbagai jenis kendaraan bermotor yang siap mengancam.

Jalan raya dengan kondisi ramai lancar dinilai cukup rawan kecelakaan. Jalur semacam ini merupakan sarana paling tepat untuk melatih manuver, meliuk-liuk untuk menyalip kendaraan di depan. Tapi manuver yang buruk berpeluang mengakibatkan tabrakan atau terserempet.  Apalagi jika mengayuh dalam kecepatan tinggi, di mana efeknya bisa lebih berbahaya.

2. Tikungan Tajam

Kesalahan umum yang dilakukan pesepeda saat menikung adalah tetap mengayuh atau mengerem ketika sampai di tikungan, juga tidak fokus dalam menentukan lintasan yang diambil. Mengayuh atau mengerem di tikungan menyebabkan kurangnya kontrol pesepeda. Sementara, pesepeda jarang mengetahui bahwa penentuan jalur membelok yang fokus akan membuat mereka menikung dengan mulus. Ini salah satu penyebab kecalakaan sepeda yang berasal dari faktor pengendara sepeda.

Pesepeda harus menghadapi risiko terjatuh ke samping saat berada di tikungan. Untuk itulah disarankan menggunakan aksesoris perlindungan yang lengkap. Selain jersey dan helm, tentu saja sarung tangan yang tepat. Sarung tangan akan meningkatkan kontrol pengemudi sepeda. Juga melindungi telapak tangan dari kemungkinan terluka saat menahan tubuh yang terjatuh dari sepeda. Jadi sebaiknya pilih sarung tangan kuat dan berkualitas dengan lapisan padding pada permukaannya, untuk daya cengkeram kuat dan perlindungan maksimal.

Seperti NEW AVELIO DERABEL, produk unggulan Avelio yang punya mutu sebanding dengan merek-merek ternama dunia. Ekonomis, tidak perlu menguras isi dompet demi memperoleh sarung tangan berkualitas sama dengan merek yang kamu kenal selama ini. Jangan iri ketika melihat rekan-rekan bersepeda lain memakai barang-barang branded. Malah sebaiknya kamu berbangga diri karena turut berperan besar dalam meningkatkan industri kreatif nasional. Ya, kamu bebas memilih jadi diri sendiri tanpa memedulikan ocehan orang lain. Tentu saja, sarung tangan Avelio akan menjadi bagian dari jati diri pesepeda pemberani sepertimu.

3. Titik-titik Berbahaya

Setidaknya ada 2 titik di jalanan yang biasanya menjadi lokasi tabrakan, yaitu tikungan ke kiri dan jalan keluar dari trotoar atau jalur tikus menuju jalan utama. Di lokasi pertama, kecelakaan umumnya terjadi ketika dua kendaraan berbelok ke kiri secara bersamaan. Pengendara yang membelok di sisi dalam jalur memiliki risiko tertinggi karena menghadapi ruangan yang sempit, sementara kendaraan di sisi luar bisa tiba-tiba memotong di depannya. Pesepeda sebaiknya menghindari memilih sisi dalam jalan, terlebih jika kendaraan di sampingnya berukuran jauh lebih besar.

Selain itu, waspadalah terhadap kendaraan yang mungkin muncul dari gang-gang di sisi kiri jalur utama. Masih banyak pengendara yang lalai, tidak memperhatikan arus kendaraan di jalan utama saat keluar gang atau parkiran. Demikian pula jika pesepeda terpaksa harus lewat trotoar. Perhatikan arus lalu lintas pada saat hendak keluar dari trotoar menuju jalur utama. Peluang kecelakaan cukup besar dalam kondisi semacam ini.

4. Pesepeda ‘Tak Kasat Mata’

Sebagian besar pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan bermotor, menganggap sepele pesepeda dan pejalan kaki. Bukan berarti mereka tidak mau peduli, mungkin salah satunya karena sepeda tidak menghasilkan bunyi layaknya kendaraan bermotor lain. Selain itu, ukurannya pun lebih ramping dan ringkih sehingga keberadaannya di jalanan kurang bisa disadari. Itulah mengapa pengendara selalu diwanti-wanti agar fokus dalam mengemudi, apalagi di jalur dan jam-jam sibuk. Penyebab kecelakaan sepeda ini faktor eksternal

Dari sisi pesepeda, kondisi ini bisa diatasi dengan memastikan dirinya mudah terlihat. Salah satunya lewat penggunaan rompi atau jersey berwarna menyala. Juga pemasangan lampu sepeda, atau metode memberikan isyarat tangan untuk menunjukkan arah tujuan kepada pengendara lain. Kebanyakan kecelakaan lalu lintas di beberapa Negara dunia terjadi antara jam 6 hingga 9 malam, ketika kondisi gelap dan pengendara cenderung kelelahan sepulang beraktivitas.

5. Kondisi Jalan & Infrastruktur

Tantangan utama pesepeda adalah kondisi jalanan yang kurang memadai. Lubang di sana-sini, proyek galian kabel atau saluran listrik dan pipa air seperti tak kunjung selesai, mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas pada umumnya. Ini belum termasuk proyek-proyek konstruksi bangunan di sisi-sisi jalan. Lalu lalang kendaraan berat dari dan menuju proyek benar-benar tidak bersahabat buat para pesepeda.

Belum lagi saat musim hujan, ketika jalanan berubah menjadi licin dengan air menggenang di sejumlah sisi. Bahkan di kota-kota besar, drainase  tidak berfungsi maksimal, memungkinkan banjir kala hujan lebat. Dan sobat Avelio harus lebih lama bersabar, karena peningkatan infrastruktur transportasi sepertinya tidak bisa dilakukan dalam sesaat, tidak pula terjadi dalam waktu dekat. Penyebab kecelakaan sepeda ini adalah dari segi infrastruktur.

6. Pengemudi Lalai

Dan penyebab kecelakaan sepeda terbesar yang terakhir adalah kelalaian pengguna jalan. Konsentrasi, tanpanya semua orang tidak akan bisa mengemudi dengan baik. Itulah mengapa kita sering menyaksikan polisi menguji sopir mobil yang terpengaruh alkohol untuk berjalan lurus. Jika untuk berjalan lurus saja kesulitan, apalagi di jalur yang berkelok-kelok, tentu akan membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain.

Sebagai contoh, 13% kecelakaan sepeda di Kota Boston disebabkan oleh kelalaian pesepeda. Kelalaian tersebut meliputi pelanggaran rambu-rambu, mengabaikan batas kecepatan dan lampu lalu lintas, menggunakan gawai saat berkendara, kurangnya perhatian pada kendaraan lain, hingga bersepeda dalam pengaruh alkohol.

Melalui fakta di atas seharusnya kita menyadari bahwa risiko kecelakaan sepeda cukup tinggi. Diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi dalam berlalu lintas, apalagi bagi kita yang doyan menggowes untuk beraktivitas sehari-hari. Seperti kata pepatah, “Biar lambat asal selamat,” daripada beraksi nekat yang berujung malapetaka.

Cara Upgrade Speed Sepeda Bawaan Pabrik

Ingin punya lebih banyak pilihan gear? Tentu saja kamu harus paham cara upgrade speed sepeda . Jika selama ini masih menggunakan gear set bawaan pabrik, kamu bisa melakukan upgrade sepeda ke 9 speed atau lebih. Tapi patut kamu ketahui bahwa ini membutuhkan biaya juga.

Oleh karena itu sebaiknya jangan terburu-buru. Tronjal-tronjol memang asyik, tetapi harus disertai perhitungan yang matang. Dengan begitu kamu bisa lebih menghemat pengeluaran untuk upgrade speed sepeda. Sementara itu, rajin-rajinlah menabung.

Sedikit bocoran, kamu bakal membutuhkan dana sekitar Rp 1 juta-an jika berencana upgrade sepeda ke 9 speed. Cukup mahal, bukan? Bahkan kamu bisa membeli sepeda baru hanya dengan menambahkan beberapa ratus ribu. Tapi pertanyaannya sekarang, bagaimana bisa semahal itu? Berikut ini kami akan mencoba merinci kisaran biaya yang diperlukan untuk meng-upgrade speed sepeda.

Kisaran Biaya Upgrade Speed Sepeda

Perlu diketahui bahwa upgrade speed sepeda tidak selesai dengan mengganti gear set saja. Ada sejumlah printilan lain yang juga perlu disesuaikan dengan speed yang kamu inginkan, di antaranya:

• Sprocket

Nama lainnya cassette, groupset, atau gear belakang. Sprocket 9 speed memang lebih banyak dipakai para atlet balapan. Oleh karenanya, saat ini banyak pegowes meniru tren tersebut.

Tentu saja komponen ini wajib kamu miliki jika ingin meningkatkan pilihan speed sepeda. Kisaran harga sprocket 9 speed mulai dari Rp160.000,- sampai lebih dari Rp 1 juta-an di lapak-lapak online. Sprocket bermerek seperti Shimano dan Oxo umumnya dibanderol dengan harga murah, apalagi jika kondisinya bekas. Cara upgrade sepeda menggunakan sprocket ini wajib.

Tips: Perhatikan material pembuatannya, karena akan berpengaruh pada beban dan daya tahannya. Terdapat beberapa pelapak yang menjual paket hemat upgrade speed. Semua komponen lengkap dibanderol sekitar Rp 700 ribu-an. Ini cocok buat kamu yang minim bujet.

• Rear Derailleur (RD)

Sepeda bawaan pabrik umumnya menggunakan perangkat drivetrain 7 speed. Hanya saja, tidak semua komponen RD-nya bisa kompatibel jika di-upgrade ke 9 speed. Harga Rear Derailleur di lapak online berkisar antara Rp160.000,- sampai Rp 1 juta ke atas. Untuk paket komponen high-end harganya di atas 2 juta rupiah.

Tips: Terdapat 3 jenis RD menurut panjang cage-nya. Untuk sepeda gunung dengan triple chainset disarankan memakai RD berukuran panjang atau medium. Sebaliknya, sepeda lipat yang umumnya dilengkapi ban berukuran kecil, juga roadbikes sebaiknya menggunakan RD cage lebih pendek dalam cara upgrade speed sepeda ini.

Periksalah terlebih dulu perangkat RD milikmu. Kalau selama ini ternyata sepeda menggunakan long atau medium RD, sepertinya kamu tak perlu menggantinya dengan yang baru.

• Sepasang Shifter

Shifter berfungsi untuk mengoper gigi. Pemilihan shifter akan sangat tergantung pada groupset atau sprocket yang kamu pakai. Upgrade sepeda ke 9 speed akan memberikanmu rentang gear lebih banyak, jadi diperlukan sepasang shifter yang mampu menopang kebutuhan tersebut. Kamu bisa mendapatkannya hanya dengan mengeluarkan dana sekitar Rp100.000,-.

Tips: Barang murah harus diteliti kualitasnya. Sebaiknya kamu bisa memastikan shifter yang diinginkan benar-benar bermutu tinggi dan awet. Di antara berbagai jenis shifter yang beredar di pasaran, sesuaikan menurut kenyamanan pemakaiannya. Disarankan menggunakan merek yang sama dengan sprocket.

• Free Hub

Freehub biasanya dijual sepasang, yakni untuk roda depan dan belakang. Sebagian besar produk freehub yang kompatibel dengan 9 speed dibanderol mulai di angka Rp 200 ribu-an.

Tips: Sesuaikan dengan ukuran frame jika ingin mengganti seluruh hubset. Kalau tidak, pastikan freehub body yang dibeli cocok dengan ukuran axle. Agar lebih aman, gunakan merek yang sama. Pilihan paling rasional adalah freehub berbahan aluminium alloy. Karena selain ringan, harganya pun masih terjangkau.

• Rantai

Pastinya kamu juga akan membutuhkan rantai lebih panjang. Di pasaran, harga rantai untuk 9 speed berada di kisaran angka mulai dari Rp 100 ribu-an.

Tips: Gunakan merek yang sama dengan sprocket, atau pastikan produk yang dipilih memang betul-betul sesuai dengan tipe sprocket milikmu. Jika menginginkan bobot lebih ringan, pilih rantai dengan pin hollow dan slotted link. Tapi ingat, harganya juga cukup lumayan.

Tips Hemat Upgrade Sepeda ke 9 Speed

Sementara kamu mencari-cari komponen yang tepat, menabunglah sedikit demi sedikit. Dengan begitu nantinya kamu memperoleh cukup dana untuk membeli perangkat upgrade speed yang lebih layak dan berkualitas.

Kalau kamu sempat, carilah berbagai produk paket upgrade di lapak-lapak online. Harganya akan lebih hemat dibandingkan membeli komponen satu per satu. Di samping itu, kebanyakan pelapak menjual paket dari satu merek tertentu, sehingga meminimalisir salah pilih. Tapi sebelum membayarnya, terlebih dulu tanyakan kompatibilitas perangkat tersebut dengan sepeda milikmu.

Selanjutnya, kamu juga bisa meminta saran kepada teknisi bengkel atau rekan-rekan ahli sepeda jika ada teknis cara upgrade speed sepeda yang tidak dipahami. Tentunya mereka lebih tahu banyak soal bagaimana cara mengakali bujet minim untuk cara upgrade speed sepeda. Manfaatkan jasa mereka untuk memasang komponen-komponen yang diperlukan kalau kamu ragu melakukan instalasi sendiri.

Memang akan lebih hemat jika bisa memasangnya sendiri, tetapi sebaiknya hindari jika kamu tidak yakin. Pada kesempatan berikutnya, Avelio akan menyajikan tutorial melakukan upgrade speed sepeda, jadi tunggu saja.

Sehat Enggak Harus Mahal, Rasakan Manfaat Dahsyat Gowes Sepeda

Komunitas Ppgc

Bagi para penggemarnya, selain bikin badan sehat, bersepeda merupakan olahraga yang menyenangkan, hati pun menjadi riang. Kalau kamu perhatikan orang yang mengayuh pedal di jalanan, ekspresi wajahnya terlihat bahagia, seolah hidup tanpa beban. Contoh sederhananya bebas dari kemacetan yang setiap hari membuat stres para pengendara motor dan mobil.

Bersepeda saat ini menjadi tren di kalangan masyarakat, di samping olahraga lari. Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day (CFD) yang jatuh setiap akhir pekan dimanfaatkan banyak pengendara sepeda maupun komunitas sepeda untuk berkumpul menyalurkan hobi mereka atau sebagai ajang silaturahim.

Apalagi kini di Jakarta dan beberapa kota lain sudah ada jalur khusus sepeda. Jadi tidak bakal diganggu lagi pengendara motor dan mobil. Jika tidak suka dengan keramaian, kamu bisa gowes sepeda seorang diri. Lebih bebas, nggenjot sepeda ke manapun tidak ada yang mengusik. Waktunya pun bisa kamu sesuaikan, mau pagi hari, sore, atau malam hari, masing-masing memiliki sensasi tersendiri.

Olahraga ini seperti menular. Beberapa tahun lalu hanya segelintir orang, tapi dewasa ini jumlah pengendara sepeda semakin banyak. “Bike to Work” bukan lagi sebatas slogan, melainkan sudah diimplementasikan. Harapannya virus gowes makin menyebar, sehingga bersepeda dapat menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia.

Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Dompet dan Tubuh

Manfaat Bersepeda

Sebetulnya kenapa sih bersepeda harus jadi gaya hidup kamu? Apa manfaat bersepeda bagi dompet dan kesehatan tubuh?

1. Hemat Uang

Sudah pasti bersepeda bisa menghemat pengeluaran kamu. Misalnya saja ongkos transportasi menggunakan Transjakarta PP rumah-kantor per hari Rp7.000. Dikali jumlah hari kerja 22 hari, maka kamu bisa hemat Rp154 ribu per bulan. Jika dihitung selama 1 tahun (12 bulan), maka jumlahnya Rp1,85 juta per bulan. Sementara kalau dengan bersepeda, gaji kamu bisa utuh.

2. Bebas Dari Macet

Kalau manfaat ini tidak usah ditanya lagi, gowes sepeda ke kantor lebih efisien karena tidak akan terjebak kemacetan. Dengan demikian, kesehatan mentalmu akan lebih terjaga karena tidak harus berkutat pada masalah kemacetan.

3. Mengurangi Stres dan Depresi

Biasanya seseorang mengayuh sepeda tidak terburu-buru alias santai. Bersepeda di pagi hari, bonusnya bisa menghirup udara segar, sehingga dapat mengurangi stres dan depresi, serta meningkatkan rasa bahagia. Bersepeda tidak monoton, karena kamu mengayuh pedalmu sambil melihat pemandangan beragam, seperti gedung pencakar langit. Syukur-syukur masih menjumpai danau atau pemancingan, area persawahan, sehingga dapat memperbaiki mood.

4. Menurunkan Berat Badan dan Mengencangkan Otot Paha

Gowes secara rutin dapat membakar kalori, lemak dalam tubuh, dan menurunkan berat badan. Tidak usah lama-lama, cukup 30 menit setiap hari. Karena berdasarkan studi, bersepeda dapat memberangus 5 kg lemak. Selain itu, menggenjot sepeda mampu mengencangkan otot paha. Jangan lupa pemanasan dulu ya sebelum gowes untuk menghindari nyeri pada betis dan paha setelah bersepeda nantinya

5. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung, Kanker, dan Diabetes

Manfaat olahraga sepeda bagi kesehatan memang dahsyat. Bersepeda secara teratur dapat melancarkan aliran darah, menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko kanker usus dan payudara, serta penyakit diabetes karena tubuh diajak untuk beraktivitas secara berkala.

Berapa Modal Olahraga Sepeda? 

Jangan uring-uringan dulu lihat deretan harga sepeda sampai ratusan juta rupiah. Ada kok sepeda yang banderolnya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Tergantung kebutuhan dan kondisi dompet, mau pilih yang baru atau seken. Yang harganya murah, sedang-sedang saja, atau yang mahal. 

Jenis-jenis sepeda yang sudah beredar di pasar Indonesia ada 7 macam, yakni sepeda gunung (MTB), sepeda balap, sepeda hybrid, sepeda BMX, sepeda lipat, sepeda fixie, dan sepeda ontel. Nah, tinggal pilih sesuai selera deh.

1. Kalau kamu pemula, cuma niat buat gowes sekedarnya atau bolak balik kantor, ditambah lagi kantong pas-pasan tapi ingin sepeda baru, kamu bisa memilih sepeda gunung. Pakai MTB bisa meredam guncangan jalan yang kurang mulus.

2. Rekomendasi sepeda baru MTB harga di bawah Rp2 juta, Polygon Monarch 2.0, United Avalanche XC 72, Pacific Revolt 3.0, dan Wimcycle Roadchamp 1.0.

3. Bila tidak begitu peduli sepeda bekas atau baru, kamu bisa membeli sepeda seken yang spesifikasinya lebih oke, namun harganya sama dengan yang baru. Tergantung seberapa pintar kamu nego si penjual sih.

4. Jika masih bingung, kamu bisa tanya ke keluarga, teman, atau komunitas pencinta sepeda. Kalau perlu jangan sungkan minta ditemani ke toko sepeda agar lebih jelas dan mendapatkan sepeda sesuai keinginan.

5. Disarankan membeli sepeda dengan merek yang sudah terbukti kualitasnya, seperti merek lokal Polygon, Wimcycle, dan United Bike. Brand-brand ini sudah dikenal apik para penggemar gowes.

Sejak bersepeda naik daun, bisnis penjualan sepeda baru maupun seken semakin menjamur. Toko-toko konvensional kini merambah ke online. Pemilik toko membuka lapak online di marketplace supaya barang dagangannya cepat laku. Cara pembayarannya pun semakin mudah, bisa dengan tunai, gesek kartu kredit, maupun cicilan per bulan.

Mau berburu sepeda baru atau KW, kamu bisa mendatangi toko offline yang tersebar di wilayah Jakarta, di antaranya:

  • Rodalink
  • United Bike
  • Mentaribike
  • Pasar Rumput
  • Toko Sepeda Kita
  • Bikeone
  • Warfix
  • Happy MTB Toko
  • Sepeda98 Bike Shop
  • Masih banyak lainnya

Lapak online yang menjajakan sepeda:

  • Bukalapak.com
  • Lazada.com
  • OLX.com
  • Tokopedia.com
  • Rodalink.com
  • Unitedbike.com
  • Kedaisepeda.com
  • Sepedakita.com
  • Wow-onlinestore.com
  • Masih banyak lainnya.

Sehat Nomor Satu, Gaya Nomor Sekian

Kalau kata orang, pilihlah sesuatu yang membuatmu nyaman. Begitupun dengan sepeda karena akan dipakai setiap hari untuk gowes. Nyaman dalam artian sesuai dengan keinginan dan nyaman pula untuk kantong kamu. Jangan kebanyakan gaya.

Kalau cuma mau ikut-ikutan tren dan gengsi, kamu pasti tak segan-segan merogoh kocek dalam untuk membeli sepeda, meskipun harus berutang. Akan tetapi, jika didasari pada kebutuhan dan pertimbangan isi dompet, kamu akan menahan diri dari segala jurus rayuan pemilik toko untuk memboyong sepeda dengan harga mahal. Yang penting kan manfaat dan sensasinya, bukan harganya.

Mengenal Sejarah Olahraga Bersepeda

Sejarah bersepeda bermula sekitar tahun 1800 . Ini adalah salah satu poin penting dan kompleksitas , terlebih jika Anda adalah penggemar bersepeda sendiri, mungkin sudah menjadi sebuah kewajiban untuk diketahui tentang sejarah bersepeda sehingga Anda dapat memahami dengan lebih baik dan memberikan rasa hormat yang layak atas pengagas olahraga ini .

Kapan Sejarah Olahraga Bersepedah Pertama Kali Dimulai ?

Meskipun itu terjadi di awal 1400-an, mungkin belum banyak orang yang tau tentang awal mula olahraga ini diperkenalkan. Adalah seorang pria bernama Giovanni Fontana manusia pertama yang merancang kendaraan darat bertenaga dengan 2 roda, tidak sampai 1817 ketika sepeda sebenarnya pertama dikembangkan . Diciptakan oleh Karl Drais dalam menanggapi kelaparan yang meluas saat itu dan penyembelihan kuda , Drais dianggap sebagai pahlawan karena terlibat dalam sejarah bersepeda oleh banyak orang.

Sepeda keselamatan diciptakan pada tahun 1890 , dan model ini dianggap jauh lebih aman dari pada di masa lalu , yang sebagian besar memiliki satu roda yang jauh lebih besar dari yang lain . Sepeda keselamatan diciptakan menggunakan logam yang cukup kuat untuk membuat rantai halus dan sproket yang kecil dan cukup ringan bagi manusia .

Kapan Sepeda di Produksi Massal ?

Produksi massal sepeda dimulai pada tahun 1890 , dan awal tahun sembilan puluhan ketika sepeda mulai populer dan banyak orang menggunakan sepeda dengan intens sebagai kendaraan transportasi mereka. Ini menandai periode penting dalam sejarah bersepeda , dan itu setelah mereka mengetahui bahwa sepeda mulai memiliki kegunaan yang penting , termasuk untuk layanan messenger. Sepeda layanan bisnis kurir benar-benar dimulai di negara bagian California yang cerah , ketika pemogokan kereta api dihentikan layanan pengiriman surat dan pemilik toko datang dengan ide untuk menggunakan sepeda untuk menyampaikan surat.

Kapan Bersepeda Menjadi Populer untuk Berolahraga ?

Sejarah bersepeda kemudian dilanjutkan dengan beberapa tanggal yang lebih penting , termasuk tahun 1986 ketika Nielson dan Departemen Survei Negeri menunjukkan bahwa bersepeda , sebagai olahraga partisipatif , bersepeda adalah ketiga dunia yang paling populer , selain dari Olahraga lapangan dan berenang .

Bersepeda adalah olahraga yang luar biasa , populer dan bagus untuk tubuh . Dengan sehat , diet seimbang dan aktivitas fisik dasar , bersepeda akan membuat sebagian besar dari rutinitas manajemen berat badan dan dapat membantu Anda tidak hanya untuk menurunkan berat badan tapi untuk mempertahankannya.

Bersepeda adalah aktivitas aerobik yang berarti bahwa itu juga baik untuk paru-paru , dan membantu menjaga jantung . Hal ini penting karena hati yang kuat dan paru-paru yang kuat membantu untuk membentuk dasar kebugaran umum . Bahkan jika Anda hanya bisa keluar bersepeda selama beberapa menit setiap hari Anda masih akan melakukan apapun yang anda inginkan di kehidupan ini .

Tips Bersepeda di turunan dengan aman

Bersepeda dijalan turunan

Apakah kamu memegang erat rem pada saat menghadapi jalan turunan? Atau perur terasa mual ketika sepeda melaju sangat kencang ketika turunan tajam? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian.

Jalan menanjak capek, jalan turunan takut. Jalan turunan memang bisa menjadi tantangan tersendiri, karena sangat riskan dengan kecelakaan jika sepeda tidak terkontrol dengan baik. Tetapi dengan mempelajari cara yang aman dan efektif, kita bisa menikmati rasanya terbang ketika meluncur ke bawah, baik dengan sepeda balap atau sepeda gunung.

Ketika bersepeda dan bertemu dengan jalan turunan biasanya rasanya lega, tetapi bagaimana kalau jalan turunan itu panjang dan curam? Kita sering melihat orang bersepeda dengan posisi tubuh yang aneh pada saat jalan menurun. Yang satu merunduk di atas top tube, sampai muka sejajar dengan tangan di handlebars, yang lain memundurkan pinggang sampai di belakang sadel dengan perut yang berada di atas sadel. Atau ada juga yang seperti pesepeda pro, duduk di atas top tube, dan dengan posisi kepala menunduk yang sedikit berada di atas roda depan.

Lantas, bagaimana caranya untuk menyeimbangkan risiko keamanan dengan kecepatan pada saat bersepeda di turunan.

• Santai, Relax dan Tenang

Ini adalah saran paling penting dan paling manjur. Pikiran yang panik atau tidak fokus, ditambah badan yang kaku, akan mengacaukan segalanya. Jika perlu, berhenti sejenak di puncak jalan, tarik nafas untuk menenangkan badan dan pikiran sejenak.

Bahu yang kaku dan tegang, mengerem pada saat di tikungan adalah dua kesalahan yang paling umum dan paling sering dilakukan pesepeda di jalan menurun.

Posisi tangan yang lurus terhadap stang sepeda akan membuat setiap getaran atau guncangan dari jalan ditransfer ke stang. Lemaskan bahu sedikit, dan tekut lengan sedikit, untuk menyerap dan menahan getaran agar tidak sampai ke stang sepeda, dan kita akan mendapatkan kontrol yang lebih baik. Bernafas lebih pelan daan dalam untuk memaksimalkan oksigen yang masuk ke otak dan otot.

Cara sederhana untuk melatih ketenangan adalah berlatih di jalan turunan yang sudah familiar atau sering kita lewati. Mulai dengan kayuhan yang pelan, lalu tingkatkan pada kecepatan yang masih terasa aman dan nyaman di jalan turunan tersebut dan menikung. Ketika kita sudah bisa menguasai turunan ini, kita bisa mencoba melakukan hal yang sama pada jalan lain, dan selau ingat untuk santai, relax, dan tenang.

• Posisi Tubuh

Posisi yang merunduk pada saat turunan mempunyai dua keuntungan. Yang pertama tentu saja meningkatkan aerodimika, mengurangi hambatan angin yang menerpa muka, akan meningkatkan kecepatan pada saat menurun. Itulah kenapa banyak pesepeda yang merunduk atau membuat badan sekecil mungkin untuk mengurangi hambatan udara.

Yang kedua adalah, dengan membuat posisi badan yang rendah, membuat titik berat (pusat massa) pada sepeda lebih rendah, menghasilkan support yang lebih kuat dan lebar. Seperti menikung pada sepeda yang tinggi sekali dengan sepeda yang rendah, sepeda yang rendah terasa lebih aman karena terasa lebih menempel ke jalan. Cari posisi yang masih aman dan untuk mengontrol stang sepeda, pastikan juga satu atau dua jari masih ada di tuas rem untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Fokus Jalan Didepan

• Fokus jalan di depan

Menunduk bukan berarti tidak melihat ke jalan. Kita harus selalu memposisikan tubuh dimana kita masih bisa melihat ke arah jalan, dimana kita akan keluar dari tikungan, atau paling tidak 30m di depan sepeda, sehingga jika ada jalan rusak atau lainnya, kita bisa mengantisipasi dari jarak yang aman. Ketika kita fokus pada jalan, badan secara alami akan bergerak untuk mengikuti arah jalan. Pada saat menikung, jangan lihat ke ujung jalan, tetapi ikuti tikungannya.

• Posisi kaki di tikungan

Ini adalah skill khusus yang perlu dilatih dan dibiasakan agar menjadi otomatis. Ketika berada di tikungan, posisikan kaki terluar lurus dan gunakan berat badan untuk membantu mengayuh pedal. Jika belok ke kiri, kaki kanan yang lurus; jika belok ke kanan, kaki kiri yang lurus. Teknik ini akan membantu untuk menjaga keseimbangan pada tikungan yang tajam sekalipun, apalagi dikombinasikan dengan posisi badan yang menunduk, karena pusat massa sepeda akan semakin rendah.

Untuk menikung yang tajam dan cepat, posisi sepeda dan badan mungkin bisa mejadi sangat miring. Ketika bigini, posisikan crank arm di posisi jam 3 dan jam 9, atau sejajar dengan permukaan jalan, untuk menghindari pedal tersangkut atau terseret ke permukaan jalan.

• Duduk atau tidak

Tergantung pada panjang kaki dan tangan pada pesepeda. Untuk pesepeda yang bertubuh mungil, lebih baik tetap di tempat duduk. Tetapi untuk pesepeda yang bertubuh panjang, bisa duduk di top tube, atau mundur dan memposisikan perut di atas sadel. Kekuatan dan kontrol atas sepeda serta penglihatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum keluar dari tempat duduk. Safety First!

Santuy

• Turunan bukan waktu untuk beristirahat

Jalan yang menurun bisa menjadi waktu untuk recovey, tetapi tidak menghentikan kayuhan atau beristirahat. Secara biologi, jika otot kaki berhenti bekerja untuk waktu yang cukup lama setelah bekerja keras, maka asam laktat (lactic acid) akan masuk ke otot kaki, dan kaki akan terasa lebih berat ketika mulai mengayuh lagi. Untuk menghindari ini, tetap kayuh pedal, tanpa harus memaksimalkan tenaga, agar tetap menjaga sirkulasi darah dan oksigen pad kaki.

• Rem Sepeda

Ada dua rem pada sepeda yang bisa kita gunakan untuk mengurangi kecepatan, gunakan secara seimbang untuk menjaga beban dan performa rem, serta rem yang terlalu panas. Jangan hanya menggunakan satu rem saja untuk mengurangi kecepatan pada turunan yang panjang.

Seperti yang dikatakan di atas, mengerem di tikungan bukanlah teknik yang paling efektif. Tetapi, gunakan rem sebelum tikungan. Ukur kira-kira kecepatan yang cocok dengan kemampuan kita pada tikungan di depan kita, kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan, dan pada saat tikungan biarkan sepeda meluncur tanpa mengubah kecepaannya lagi.

Menggunakan rem pada saat berbelok bisa berbahaya, gaya dorong sepeda tidak sejajar dengan arah jalan, yang akan membuat kontrol sepeda yang berubah dan tidak normal, ban sepeda lebih mudah untuk slip/drift/ngepot.
Cara lain untuk mengurangi kecepatan sepeda tanpa rem adalah dengan mengurangi aeodinamika, yaitu dengan duduk tegak, atau berdiri pada pedal. Badan akan seperti parasut yang menahan laju sepeda karena hambatan angin yang lebih besar.

Hal yang harus diwaspadai:

  1. Rem terlalu lama
    Hindari pengereman yang terlalu lama. Tahan dan lepas rem untuk mengurangi rem yang kepanasan (over heat), dan teknik ini juga membantu untuk kontrol arah sepeda yang lebih baik. Beberapa jenis bahan rem jika sudah meleleh karena kepanasan tidak akan bisa dipakai lagi, terutama untuk rem berbahan karbon.
  2. Extra hati-hati di jalan yang basah
    Jalan yang basah 5 kali lipat lebih berbahaya dari jalan yang kering. Untuk mengerem juga diperlukan jarak yang lebih jauh. Jadi sebaiknya kurangi kecepatan sepeda pada jalan turunan yang basah atau hujan, tidak perduli apakah sepeda kita memakai ban basah atau ban baru, kita tidak pernah tahu apa yang di depan sana.
  3. Turunan jangan menjadi beban
    Menghadapai jalan turunan harusnya mulus dan santai. Jangan menjadi beban yang menbuat kita extra fokus dan extra konsentrasi terhadap turunan. latih berkali-kali dengan kecepatan yang aman untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi turunan yang lebih panjang dan curam.

Daftar Harga Sepeda Gunung dan Roadbike Polygon 2019

Strattos S7 Disc Brakes 

Bersepeda sudah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat di Indonesia, tak hanya untuk sekadar berolahraga saja, sepeda saat ini sudah menjadi alat untuk menunjang kegiatan sehari-hari mulai dari pergi bekerja hingga menyalurkan hobi.

Tentunya banyak jenis dan model sepeda yang dijual di pasaran, ada yang model roadbike maupun mountain bike, harganya pun bervariasi mulai dari jutaan rupiah hingga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Berikut Sahabat Gowes Nusantara rangkumkan daftar sepeda roadbike dan mountain bike merek Polygon yang dikutip dari polygonbikes.com :

A. Roadbike

1. Strattos S7 Disc Brakes              Rp 19.500.000 

2. Strattos S7                                    Rp 17.500.000

3. Strattos S5 Disc Brakes              Rp 14.250.000

4. Strattos S5                                   Rp  12.450.000

5. Strattos S4                                    Rp 9.550.000

6. Strattos S3                                    Rp 7.000.000

7. Strattos S2                                    Rp 5.750.000

8. Devine R7                                      Rp 17.250.000

9. Devine R5                                      Rp 12.450.000

10. Bend RV Rival                              Rp 16.500.000

11. Bend CT5                                     Rp 15.600.000

12. Bend RIV                                      Rp 14.500.000

13. Bend FX4                                      Rp 10.450.000

B. Mountain Bike

1. Siskiu T7                                         Rp 20.500.000

2. Siskiu D7                                        Rp 12.400.000

3. Siskiu D5                                        Rp 8.350.000

4. Entiat TR8                                      Rp 17.400.000

5. Entiat TR6                                      Rp 10.250.000

6. Xtrada 8                                         Rp  11.800.000

7. Xtrada 7                                         Rp  9.500.000

8. Xtrada 6 2X10                               Rp 6.800.000

9. Xtrada 5                                         Rp 5.550.000

10. Premier 5                                     Rp 4.500.000

11. Premier 4                                     Rp 3.950.000

12. Cascade 4                                     Rp 3.300.000

13. Cascade 3                                     Rp 2.920.000

14. Cascade 2                                     Rp 2.600.000

15. Cleo 2                                            Rp 3.950.000

16. Monarch M5                                Rp 2.250.000

Awali Gaya Hidup Sehat, Mulai Bersepeda!

Bersepeda, mungkin masih dianggap oleh sebagian masyarakat di kota besar sebagai suatu kegiatan yang melelahkan dan tidak jaman lagi. Apalagi di kota besar yang ramai akan kendaraan bermotor ataupun kendaraan roda empat yang mengakibatkan bersepeda bisa dibilang cukup berbahaya, itulah salah satu alasan mengapa masyarakat di kota besar menjadi malas untuk bersepeda. Padahal, apabila orang-orang di kota terbiasa naik Sepeda dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, tentu akan sangat membantu memperbaiki kualitas udara.

Apabila Anda memiliki waktu luang yang cukup banyak tidak ada salahnya menjadikan kegiatan bersepeda sebagai gaya hidup atau hobi Anda. Semakin banyak dan semakin sering Anda berolah raga, secara tidak langsung Anda sedang menjaga kesehatan dan memperpanjang usia Anda. Cobalah untuk membuat perubahan pada gaya hidup Anda dimulai dari hal-hal kecil, misalnya lebih memilih mengayuh sepeda daripada mengendarai mobil. Anda juga dapat mulai membiasakan untuk bepergian ke tempat-tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah dengan menggunakan sepeda saja.

Untuk bisa mulai membiasakan diri menjadikan bersepeda menjadi gaya hidup, coba simak beberapa tips dibawah ini:

  1. Mengatur Waktu
    Apabila sebelumnya Anda terbiasa menyesuaikan waktu perjalanan dengan kecepatan mobil, mulailah untuk memberikan waktu lebih lama ketika Anda bepergian menggunakan sepeda. Perhitungkan waktu perjalanan dengan menggunakan sepeda sehingga Anda tidak tergesa-gesa dan kelelahan ketika sampai di tempat tujuan.
  2. Komitmen
    Menjadikan bersepeda sebagai gaya hidup bukan lah hal yang mudah. Diperlukan komitmen untuk bisa tetap konsisten melakukan aktivitas ini walaupun sedikit melelahkan. Perlu disadari bahwa walaupun melelahkan dan kenyataannya kendaraan bermotor lebih cepat, bersepeda tergolong olahraga ringan yang mampu membuat tubuh menjadi sehat dan bugar.
  3. Latihan Fisik dan Mengonsumsi Makanan Sehat
    Mengayuh sepeda tentu membutuhkan energi ekstra dibandingkan ketika kita mengendarai kendaraan bermotor. Fisik yang mudah lelah dan tidak terbiasa akan membuat Anda akhirnya malas melanjutkan aktifitas ini. Selain itu, jaga selalu kondisi tubuh dengan memperbanyak makanan-makanan bergizi juga penting untuk bekal bersepeda.
  4. Pilih Sepeda yang Pas dengan Tubuh
    Bentuk dan ukuran sepeda juga berpengaruh terhadap kenyamanan bersepeda masing-masing orang. Untuk mengawali bersepeda menjadi rutinitas sehari-hari, pastikan Anda menggunakan sepeda yang nyaman, sesuai dengan ukuran tubuh bahkan gaya Anda. Varian sepeda Polygon yang beragam dapat Anda jadikan pilihan untuk menemani aktivitas bersepeda Anda. Kualitas dan kenyamanan sepeda Polygon sudah terpercaya baik oleh pesepeda lokal maupun internasional loh, Riders. Selain itu, Polygon juga menyediakan helm, jersey dan perlengkapan sepeda lainnya sebegai pelengkap aktivitas bersepeda Anda.

Tahukah Anda? Dengan bersepeda, paling tidak 15 hingga 20 menit setiap harinya, kita sudah melatih otot, menguatkan pernafasan, dan menyehatkan jantung kita. Bisa dibayangkan dampak positifnya bagi tubuh apabila kita memperpanjang waktu tersebut dan membiasakan bepergian menggunakan sepeda. Bukan hanya itu saja, dengan menjadikan bersepeda menjadi gaya hidup kita, artinya kita sudah berpartisipasi mengurangi polusi udara. Yuk, biasakan bersepeda mulai dari sekarang!

Inilah 15 Jenis Sepeda yang Umum Digunakan Sehari-hari

Sepeda adalah kendaraan roda dua praktis yang bisa kalian gunakan untuk perjalanan jauh maupun dekat. Kendaraan ramah lingkungan ini juga bisa menghindari kemacetan di saat kalian sedang buru-buru menuju kantor atau tempat lain.

Di zaman sekarang ini sepeda juga masih menjadi salah satu kendaraan favorit untuk digunakan. Karena masih menjadi favorit bagi sebagian orang maka tidak heran banyak bermunculan berbagai inovasi dari sepeda berdasarkan kebutuhan penggunaan. Tidak hanya itu saja, bahkan sekarang sudah banyak jenis sepeda yang bisa kamu pilih. Intip yuk ulasan Bacaterus tentang jenis-jenis sepeda!

1. Sepeda Lipat (Folding Bikes)

Sepeda ini masih ngetren di kalangan anak-anak dan remaja karena lebih praktis digunakan. Selain itu, sepeda jenis ini sangat mudah dibawa kemana saja. Kemudahannya karena sepeda ini bisa dilipat dan disimpan ke dalam bagasi mobil. Sepeda ini bisa digunakan semua usia loh.

2. Sepeda Angkut

Sepeda ini digunakan untuk mengangkut barang maupun orang. Diameter roda yang besar dan rangka besi yang kuat juga dirancang khusus untuk membawa beban yang lumayan berat. Biasanya sepeda ini digunakan untuk mengantar surat dan barang angkutan lainnya.

3. Fixie Bike

Sepeda yang biasanya digunakan anak muda zaman sekarang memang cenderung mempunyai design yang unik. Sepeda ini cocok dibawa di jalanan yang beraspal mulus dan rata. Sepeda ini tidak menggunakan rem tangan, ya. Makanya, sepeda ini terkesan lebih sederhana tapi desainnya kekinian banget.

Walaupun tidak memiliki rem tangan, kita bisa mengurangi kecepatan sepeda dengan cara menggoes ke belakang. Kalian yang suka sepeda unik wajib banget mencoba jenis sepeda ini.

4. Sepeda Kota (City Bike)

Sepeda yang memiliki ciri khas keranjang di depannya ini biasanya dipakai oleh kaum wanita. Tampilannya yang feminim dan pedal yang ringan tergolong cocok untuk dipakai sehari-hari. Kamu bisa mengandalkan sepeda ini untuk belanja atau menuju ke suatu tempat yang relatif dekat.

Sepeda ini biasanya ditemui di daerah perkotaan. Namun, sepeda ini lebih banyak ditemui di perkotaan daerah Eropa. Di belakang jok sepeda terdapat jok tambahan untuk mengangkut orang. Jalan-jalan sore berdua sambil mengayuh sepeda juga asyik.

5. Sepeda Tandem

Bagi kalian yang ingin menikmati pemandangan di jalanan bersama teman-teman, sepeda ini cocok untuk kalian. Sepeda dengan dua atau lebih tempat duduk, cocok untuk kalian yang lebih senang pergi bersama teman, kerabat, keluarga, atau pun pasangan.

Pedalnya yang banyak bisa menghemat energi saat orang-orang menggoes pedal sepeda secara bersamaan. Sepeda ini biasanya ditemui di tempat hiburan keluarga.

6. Touring Bike

Sepeda ini dirancang khusus untuk melewati perjalanan yang panjang nan jauh. Sepeda ini memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan sepeda lainnya. Bahkan, touring bike juga bisa membawa beban yang banyak, seperti barang-barang yang bisa disematkan di berbagai bagian sepeda.

Nah, kalau kalian suka berpetualang jauh, sepeda ini layak menjadi transportasi untuk menemani petualangan kalian. Tapi, jangan lupa untuk menjaga keselamatan saat bersepeda dengan mengenakan peralatan lengkap khusus untuk sepedahan, ya.

7. BMX

Sepeda ini dirancang khusus untuk melakukan atraksi, balapan, dan freestyle. Sepeda ini biasa kalian temukan di daerah perkotaan dan digunakan para remaja dengan tujuan menunjukkan aksi lincah saat sepeda ini.

Ban sepeda BMX dirancang khusus untuk tetap seimbang saat menapak ke tanah. Tidak heran para remaja terlihat nyaman saat melakukan atraksi.

8. MTB (Sepeda Gunung)

Sepeda ini dirancang untuk memudahkan para pengemudi melewati jalanan yang bebatuan, terjal, dan medan berat lainnya. Tapak bannya pun dibuat untuk bisa menyeimbangkan sepeda dari jalanan yang berat dan mampu mencengkram tanah dan batu.

Bagi kalian yang suka bersepeda dan ingin melakukan hal ekstremolahraga bersepeda di pegunungan bisa menambah adrenalin kalian. Jangan lupa menggunakan sepeda jenis ini karena sudah dirancang khusus untuk melakukan olahraga di medan berat. Jangan lupakan juga helm, serta pengaman lainnya sebelum bersepeda, ya.

9. Commuter Bike

Sepeda ini dirancang untuk berpergian jarak jauh maupun dekat. Karena untuk bepergian jarak jauh atau dekat maka sepeda ini dilengkapi dengan lampu penerang di bagian depan dan belakang sepeda. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan penglihatan para pengguna untuk saat bepergian di pagi buta dan malam hari.

Sepeda ini juga dilengkapi dengan chainguard untuk melindungi kain celana panjang agar tidak tersangkut di dalam rantai. Sepeda ini praktis untuk digunakan dan tidak merepotkan pengguna dalam memakainya.

10. Sepeda Balap

Sepeda yang dirancang untuk balapan ini memiliki berat yang ringan dibanding jenis sepeda lain. Sepeda ini memiliki kecepatan yang lebih cepat. Karena itu, sepeda ini lebih cocok digunakan pada jalanan yang mulus dan rata. Para atlet professional biasanya menggunakan jenis sepeda ini untuk perlombaan.

Ciri khas yang membedakan sepeda balap dari sepeda lainnya adalah setirnya. Setir sepeda balap berbentuk melengkung supaya para atlet bisa merendahkan posisi badan dan menemukan posisi ideal untuk berkendara.

11. Cyclo-Cross

Sepeda ini dirancang untuk bisa diangkat dengan mudah karena bobotnya yang ringan. Sepeda ini biasanya digunakan untuk cabang olahraga yang memiliki medan tanah berlumpur. Para pengemudi sepeda jenis ini harus bisa mengetahui kapan harus menggoes dan mengangkat sepeda. Pasalnya, saat mereka berada di jalan yang berlumpur maka pengemudi sudah mulai susah untuk mengggunakan sepeda.

12. Freeride

Sepeda ini dinamai dengan cabang olahraga yang sama, yakni freeride. FR adalah singkatan dari sepeda ini yang biasanya berkaitan erat dengan downhill dan dirtjump. Cabang olahraga ini membutuhkan sepeda yang mampu melakukan atraksi di atas udara. Bagi kalian yang familiar dengan atraksi sepeda di udara, jenis sepeda inilah yang sering digunakan di lapangan saat perlombaan.

13. Sepeda Randonneur/Audax

Sepeda ini dinamai sama dengan cabang olahraga balap yang sudah cukup lama ada. Sepeda ini digunakan untuk berlomba mencapai titik akhir dalam batas waktu tertentu. Olahraga ini dilakukan bersama kelompok.

Bentuk dari sepeda ini merupakan perpaduan dari sepeda balap dan sepeda yang biasanya dipakai untuk travelling. Sepeda ini dirancang khusus untuk memiliki kecepatan yang stabil sesuai arahan pengguna.

14. Downhill

Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit dan jalan yang tidak rata. Sepeda ini cocok bagi kalian yang menyukai olahraga ekstremKarena cocok untuk dibawa sebagai olahraga ekstrem maka sepeda ini sangat kuat untuk diajak bersepedahan dengan rute yang panjang.

Bahkan, sepeda downhill pun dirancang dengan ban yang besar untuk menjaga kestabilan saat bersepeda. Makanya, sepeda ini dapat digunakan di turunan dan tetap stabil digunakan di tanah yang curam.

15. Trekking Bike

Sepeda ini dirancang hampir sama dengan touring bike. Hanya saja sepeda ini bisa melalui jalan yang cukup rumit. Selain itu, sepeda ini juga dilengkapi dengan lampu dan tempat keranjang yang cukup banyak untuk menampung seluruh perlengkapan saat perjalanan. Bagi kalian yang menyukai trekking, bisa menggunakan sepeda ini untuk mempermudah perjalanan kalian.

Selain digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, ternyata sepeda juga dipakai untuk olahraga dan travelling. Pastikan kalian memilih sepeda yang tepat untuk digunakan karena tiap sepeda juga memiliki jenis-jenis dan tujuan yang berbeda.

8 Cara Memilih Sepeda Gunung yang Bagus dan Berkualitas

Bersepeda adalah olahraga yang cukup digemari di Indonesia. Kita bisa memacu sepeda dengan kecepatan rendah jika ingin bersepeda santai atau kecepatan tinggi apabila ingin sedikit berolahraga. Sepeda gunung adalah jenis sepeda yang paling banyak dipakai untuk berolahraga atau bersantai. Sejatinya sepeda gunung dirancang untuk menempuh medan yang berat.

Beragam merk sepeda gunung bisa Anda temukan ketika datang ke showroom sepeda. Namun, bagaimana sebenarnya cara memilih sepeda gunung yang cocok untuk kita? Faktor apa sajakah yang harus dipertimbangkan ketika membeli sepeda gunung? Sahabat Gowes Nusantara sudah merangkum beberapa paduan untuk membeli sepeda gunung. Yuk, baca panduannya di sini.

1. Kenali jenis sepeda

Sebelum kami membahas tentang cara memilih sepeda gunung, bagi Anda yang baru pertama kali membeli sepeda pasti Anda ingin mengetahui jenis-jenis sepeda yang dijual di pasaran. Selain itu, apa perbedaan antara sepeda gunung dan jenis sepeda lainnya? Berikut adalah penjelasannya.

• Sepeda gunung

Sepeda gunung memiliki kerangka yang terbuat dari baja, aluminium atau komposit serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Plastic). Selain itu, sepeda gunung juga dibekali dengan shock breaker untuk meredam goncangan saat melalui jalanan yang tidak mulus. Ban yang dipakai pada sepeda gunung merupakan ban yang dapat mencengkeram tanah dengan kuat agar tidak mudah selip atau tergelincir.

• Road bike

Jenis sepeda yang satu ini biasa dipakai untuk balapan di jalanan yang mulus. Bobot sepeda ini sangat ringan, bannya halus dan setangnya melengkung setengah lingkaran. Sepeda ini memang didesain agar dapat dipacu dengan kecepatan tinggi dan memudahkan pengemudinya berbelok di jalanan yang mulus.

BMX Bike

Desainnya yang lebih mungil dibanding sepeda gunung dan road bike membuat sepeda BMX sering dipakai oleh anak-anak. Namun, sejatinya sepeda ini juga sering dipakai orang dewasa untuk melakukan atraksi freestyle.

Citi Bike

Sesuai dengan namanya, city bike dirancang sebagai sepeda untuk dipakai menyusuri jalanan perkotaan. Bahkan, kadang-kadang sepeda ini juga dilengkapi dengan keranjang dan boncengan. Desainnya lebih sederhana dan tidak banyak fitur yang melengkapi sepeda ini.

2. Persiapkan budget sebelum ke showroom

Di antara jenis sepeda lainnya, sepeda gunung dan road bike adalah jenis sepeda yang cukup menguras isi dompet Anda. Meskipun ada beberapa merk sepeda gunung yang harganya murah, tapi Anda tetap harus mengutamakan kualitas sepeda tersebut, bukan?

Siapkan budget Anda sebelum berangkat ke showroom. Anda harus turut mempertimbangkan keperluan lain karena jika Anda memakai sepeda gunung untuk kompetisi atau olahraga, maka Anda tidak hanya membutuhkan sepedanya saja. Beberapa barang lain seperti pakaian, helm, sarung tangan, sepatu, dan botol minum juga harus dibeli.

3. Fulsus atau HT?

Bagi pecinta sepeda gunung pasti sudah akrab dengan istilah full suspension (fulsus) dan hard tail (HT). Sepeda gunung fulsus memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Sementara itu, sepeda gunung HT tidak memiliki suspensi belakang sehingga lebih ringan dan cocok bila dipacu dalam medan yang berat.

Cara memilih sepeda gunung yang pas bagi Anda adalah yang sesuai dengan kebutuhan. Jika kenyamanan dan keamanan dalam bersepeda menjadi faktor penting bagi Anda, silakan membeli sepeda gunung fulsus.

Akan tetapi, jika Anda ingin sepeda yang cepat dan presisi saat dipakai di medan berat, pilih sepeda HT. Sebelum menentukan pilihan kembali lagi pada anggaran yang Anda memiliki untuk membeli sepeda.

4. Sesuaikan dengan gaya bersepeda

Tahukah Anda bahwa sepeda gunung ternyata didesain sesuai dengan gaya bersepeda masing-masing orang? Ya, sepeda gunung memang dirancang untuk berbagai gaya bersepeda dan medan. Sekarang tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda senang bersepeda di alam bebas, menyusuri jalan-jalan di kota, atau balapan dengan sepeda gunung? Pastikan Anda memilih sepeda yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Jangan terbujuk oleh rayuan penjual sepeda karena belum tentu sepeda yang mereka tawarkan sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Sebagai panduan bagi Anda yang pemula, berikut adalah beberapa tipe sepeda gunung dari Polygon:

  • Gravity adalah sepeda gunung yang dirancang untuk olahraga menuruni gunung (downhill) yang membutuhkan kecepatan tinggi
  • Trail merupakan sepeda gunung yang memang dirancang untuk medan offroad yang terjal dan berbatu
  • Enduro adalah sepeda gunung yang juga dirancang untuk medan offroad ekstrem, baik itu di wilayah pegunungan dan perkotaan
  • XC Race adalah sepeda gunung khusus medan crosscountry dengan frame ringan yang membutuhkan kecepatan berkendara

5. Pertimbangkan komponen, part, dan grupset

Sejatinya tidak mudah membandingkan komponen setiap sepeda gunung. Namun, cara memilih sepeda gunung terbaik adalah menyesuaikan komponen dan part yang memang benar-benar Anda butuhkan. Perlu Anda ingat bahwa pertimbangan dalam memilih sepeda gunung sesuai komponennya juga harus tergantung pada budget yang tersedia.

Pesepeda yang profesional umumnya akan memilih sepeda gunung berdasarkan komponen bergerak seperti rimhubrear derailleur, dan fork.

Apakah dengan membeli sepeda gunung berkomponen canggih maka Anda sudah otomatis menjadi sepeda profesional? Tidak. Kemampuan Anda dalam bersepeda lah yang akan membuat Anda menjadi profesional. Jadi, komponen terbaik tidak menjamin kepiawaian Anda dalam bersepeda.

6. Minta saran dari yang berpengalaman

Apakah Anda tergabung dalam komunitas sepeda gunung? Jika ya, tentu akan sangat mudah meminta saran dari para senior yang sudah menggeluti dunia sepeda gunung bertahun-tahun.

Mintalah panduan mengenai sepeda gunung terbaik kepada orang-orang yang berpengalaman. Sharing tentang komponen sepeda, jenis sepeda, sampai dengan merk sepeda agar Anda memiliki gambaran mengenai sepeda gunung yang akan dibeli.

7. Pilih merk yang berkualitas

Tidak dapat dipungkiri bahwa nama besar sebuah merk memang mempengaruhi kualitas produknya. Cara memilih sepeda gunung terbaik bisa melalui merknya. Ada sejumlah merk sepeda gunung terbaik yang bisa Anda pertimbangkan, seperti Giant, Trek, Rocky Mountain, dan masih banyak lagi.

Apakah merk-merk tersebut terlalu mahal untuk isi dompet Anda? Mungkin Anda bisa mencoba membeli merk lokal yang harganya lebih terjangkau, seperti Polygon atau Wimcycle. Walaupun merk lokal, tapi merk sepeda gunung tersebut layak untuk dipertimbangkan.

8. Coba sepeda yang hendak dibeli

Sebagai pembeli Anda memang harus selektif dalam memilih sepeda. Beberapa toko memang memperbolehkan konsumennya untuk menjajal sepeda sebelum dibeli. Nah, untuk memilih sepeda yang handal dan nyaman, tak ada salahnya untuk mencoba dulu sepeda yang akan dibeli.

Cobalah beberapa merk atau jenis sepeda gunung agar Anda bisa menentukan mana yang terbaik. Akan tetapi, jangan lupa untuk mencoba sepeda gunung yang harganya sesuai dengan anggaran Anda agar tidak over budget.

Nah, dengan panduan cara memilih sepeda gunung terbaik ini Anda bisa membeli sepeda gunung yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Bila Anda memiliki tips tambahan lainnya, silakan tambahkan tips Anda di kolom komentar.

Perbedaan Sepeda MTB dan Road Bike

Bersepeda adalah cara berolah raga yang sangat menyenangkan, banyak hal positif yang didapat dengan bersepeda, mulai dari tubuh yang menjadi sehat, menikmati pemAndangan, sampai wisata kuliner. Nah! karena asiknya dan sudah banyak pula yangg tergila-gila dengan bersepeda, membuat kita jadi ingin mencoba dan membeli sepeda tersebut.

Namun perlu diperhatikan lagi, jangan sampai Anda salah memilih sepeda, alih-alih ingin mendapatkan kesenangan, justru malah enggan mengunakan sepeda. Hal tersebut kerap terjadi oleh sebagian orang, terutama bagi pemula. Oleh karena itu, kami akan membahas hal-hal yang mungkin harus Anda pertimbangkan sebelum memilih dan membeli tipe sepeda.

Ada 2 jenis sepeda yang biasa ramai digunakan, dan sering terlihat berlalu-lalang di jalan, yaitu MTB (sepeda gunung), dan road bike. Jenis sepeda tersebut memang memiliki keunggulan tersendiri, hanya saja kita harus lebih sedikit memahami apa perbedaan dari jenis sepeda tersebut. Berikut adalah perbedaan nya jika dilihat berdasarkan kegunaannya.

MTB

  • Bagi Anda yang memang hobi berpetualang, melibas bebatuan, atau mungkin melalui perbukitan untuk memacu adrenalin, sepeda MTB sangat cocok untuk Anda pilih, komponen fork depan akan sangat membantu untuk meredam getaran dan rute jalan berlubang sampai berbatu. Ada beberapa tipe sepeda MTB yang juga disupport oleh suspensi belakang, sungguh sangat memanjakan penggunanya. Sementara di bagian cassette sprocket (gir belakang) didesain dengan ukuran yang besar dengan jumlah mata gir yang banyak, yang sangat memudahkan kita untuk menaklukan  jalur menanjak.
Gambar Sepeda MTB
  • Posisi badan lebih tegak dan lebih rileks saat dikendarai, agar memudahkan Anda dalam berkendara dan melahap medan off road. Namun karena posisi tubuh yang tegak, hal tersebut akan mengurangi sifat aerodinamis bila kita ingin menambah kecepatan saat melalui medan on road/ aspal, disebabkan oleh angin dari depan yang akan menghambat, tentunya mengurangi laju dari sepeda tersebut.
  • Jika dilihat dari ban luarnya, tentu jelas sekali diperuntukan untuk segala medan, malah mungkin beberapa tipe bannya sangat di tujukan untuk medan yang terjal. Ketebalan dan ketinggian knob (kembang ban) dari ban luar juga memberikan kenyamanan lebih untuk melewati tanah dan bebatuan. Namun karena fitur ban luar tersebut, akan memberikan hambatan jika kita menggunakannya dimedan aspal, ditambah dengan ukuran ban yang besar dan tekanan udara ban yang tidak terlalu tinggi, akan sangat mengurangi laju sepeda saat dikendarai.

Road Bike

  • Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk bersepeda, atau hanya ingin bersepeda di tengah kota dengan medan aspal, ada baiknya Anda memilih jenis sepeda ini. Dengan sepeda road bike, Anda hanya perlu 1-2 jam untuk sekadar mencari keringat dan mengolah tubuh. Jika Anda lebih ingin meningkatkan kekuatan kayuhan dan kecepatan, guna mendapatkan rekor kecepatan tertinggi dalam bersepeda, dan menjadikan hal tersebut adalah kepuasan tersendiri bagi Anda, road bike adalah pilihan yang tepat.
Gambar Sepeda Road Bike
  • Jenis sepeda road bike juga beragam, mulai dari road bike dengan drop bar (stang yang melengkung ke bawah), road bike flat bar (stang lurus), fixie, sampai sepeda lipat. Beberapa varian dari sepeda road bike tersebut memang sangat didesain untuk melaju di medan aspal, karena dengan roda yang slick (tanpa kembang ban), dan tekanan angin roda yang tinggi, ditambah dengan ukuran ban yang tidak terlalu lebar, pasti akan membuat sepeda menjadi laju saat dikendarai. Karena kontak dengan aspal lebih sedikit, otomatis hambatan yang dihasilkan selama berjalan pun akan lebih sedikit. Dengan ukuran roda yang kecil, otomatis akan sangat menguji keseimbangan Anda dalam bersepeda, apalagi saat menemukan jalan yang berkerikil atau ketika aspal sedang basah, pasti akan membuat roda Anda licin.
  • Perlu diperhatikan, untuk jenis road bike tipe drop bar, posisi badan memang akan cenderung lebih membungkuk. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi hambatan dari angin depan, dan akan memaksimalkan kecepatan sepeda. Namun memang tidak sedikit yang mengeluhkan bersepeda dengan posisi seperti ini, mulai dari pegal pada lengan, sampai nyeri pada bagian tubuh. Memang butuh adaptasi lebih untuk menggunakan road bike dengan tipe yang memang diperuntukan untuk berkompetisi tersebut.
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai